11:51 pm - Wednesday May 15, 2013

Klasifikasi Islam Dalam Pandangan Syaikh Ahmad Rifa’i

Friday, 25 December 2009 10:22 | Usulidin | 1 Comment | Read 691 Times

Oleh : KH. AHMAD SYADZIRIN AMIN

Sebagai seorang Mukmin yang hakiki, hendaklah jangan hanya sekedar beriman dalam hati, tetapi harus menyatakanya secara lahir yaitu dengan mengucapkan kalimat syahadat, Brtauhid dan Makrifat kepada Allah. Sehingga Iman dan Islamnya akan bermanfaat baik didunia maupun di ahirat kelak. Namun demikian , secara hukum lahir Agama membagi manusia atas empat criteria, yaitu : Mukmin indallah, Mukmin Indannas, Kafir Indallah,, Kafir Indannas. Empat macam criteria diatas, dijelaskan oleh K.H. Ahmad Rifai dalam kitabnya Ashnal Miqashad.

Sahe iman hasil akhirat kabekjan

Iku muhung pangistu jazem ning kebatinan

Senadiyan siniksa lawas ning neraka

Sebab ngekelaken luwih gede duraka

Pon langgeng urip mulya ing suwarga

Sabab berkate sah iman belaka

Sapa wonge ngucap syahadat lorone

Ing dalem kedhohir dunya tinemune

Tan ngistoaken jazem jero atine

Maka ya wongiku Islam hukumane

Ingdalem dhahire mungguh manusa

Lan kafir mungguh Allah kang mirsa

Lamon tan taubat maka paeti kekel siksa

Iku wong kafir munafiq pinariksa

Asale wong kafir tan ngucap syahadat

Ning dunya, tetapi pangestune ati kuat

Ing barang kang di datengaken hukum syariat

Dene Rasulullah nabi kita Muhammad

Maka ya wingiku mukmin indallah

Lan kafir indannas hokum wus winarah

Lamon asal anak putu wong Islam genah

Maka hokum Islam dhahire partingkah

Senadiyan tan ngucap syahadat lorone

Pon Islame anut ing wong tuane

Bapa tuwin biyang sependuwur anane

Kang ngucap syahadat loro nyatane

Ingkang iku lamon ngukumi ing wong liyan

Lamon awake dewe kang ingukuman

Maka tan kena ora arep kinaweruhan

Kelawan sabenere iman ning kebatinan

Kang manfa’at iman ing dalem ahirat

Anut ing ilmu hak waride syariat

Aja taqsir gegiyungan anut ing adat

Syahadat ibadah kafir munafiq katelat”.

Pernyataan K.H. Ahmad Rifai diatas, sesuai dengan fatwa salah seorang Guru beliau kala di Mesir yaitu Syaih Ibrahim al Bajuri dalam kitabnya Tuhfatul Murid halaman 27-28, antara lain bahwa klasifikasi Iman manusia terbagi menjadi empat :

1.        Mukmin Indallah, yaitu Mukmin menurut pandangan Allah semata, yaitu orang yang mengimankan segala syariat Rasulullah, namun tidak mengucapkan dua kalimat syahadat. Secara lahir ia belum bias dikatakan Islam, sehingga tidak diterapkan atasnya  hokum lahiriyah yang terlaku bagi orang Islam, sebagai contoh, bila kelak dia meninggal, maka tidak boleh di Shalati dan hartanya tidak bisa diwariskan. Sedangkan anak orang keturunan orang muslim, tetap dihukumi sebagai Muslim, meskipun tidak mengucapkan kalimat syahadat, dan berlaku padanya hukum duniawi.

2.        Mukmin indannas, yaitu mukmin menurut pandangan manusia semata, ialah orang yang secara lahirnya mengucapkan kalimat syahadat, namun dalam hatinya mengingkari salah satu syariat Rasulullah, bila kelak dia meninggal tetap diperlakukan sebagai orang Muslim, sedangkan masalah Batiniyah adalah merupakan urusan Allah. Iman yang demikian tidak ada artinya sama sekali, dan diancam siksa neraka selama lamanya. ( al Baqarah. 8 )

3.         Mukmin Indallah wa Indannas, yaitu Mukmin menurut pandangan Allah dan manusia, ialah seseorang yang membenarkan didalam hati atas semua Syariat Rasulullah, dengan mengikrarkan kalimat syahadat, berlaku padanya hukum duniawi dan Ukhrawi. Iman yang seperti ini yang di akui oleh Allah dan manusia, dan Allah telah menjanjikan Surga baginya, itulah Iman Maqbul.

4.         Kafir Indallah wa Indannas, yaitu kafir menurut Allah dan manusia, adalah orang yang tidak mau membenarkan dalam hati atas segala hukum Syara’ lebih lebih mengucapkan kalimat syahadat, haram menshalati jenazahnya bila ia mati, Dan hanya nerakalah tempat yang layak baginya. Itulah yanh disebut dengan Iman Mardud ( tertolak ).

Share on :
 

EBOOK GRATIS UNTUK ANDA !

Artikel Gratis Langsung Ke Email Anda, Jangan Lupa Cek Email Anda Untuk Aktifasinya !

 
Tagged with: ,

klasifikasi islam,Orang yang mulya mungguh allah

Anda mungkin juga menyukaiclose

Switch to our mobile site