Oleh : KH. AHMAD SYADZIRIN AMIN
Sebagai seorang Mukmin yang hakiki, hendaklah jangan hanya sekedar beriman dalam hati, tetapi harus menyatakanya secara lahir yaitu dengan mengucapkan kalimat syahadat, Brtauhid dan Makrifat kepada Allah. Sehingga Iman dan Islamnya akan bermanfaat baik didunia maupun di ahirat kelak. Namun demikian , secara hukum lahir Agama membagi manusia atas empat criteria, yaitu : Mukmin indallah, Mukmin Indannas, Kafir Indallah,, Kafir Indannas. Empat macam criteria diatas, dijelaskan oleh K.H. Ahmad Rifai dalam kitabnya Ashnal Miqashad.
Sahe iman hasil akhirat kabekjan
Iku muhung pangistu jazem ning kebatinan
Senadiyan siniksa lawas ning neraka
Sebab ngekelaken luwih gede duraka
Pon langgeng urip mulya ing suwarga
Sabab berkate sah iman belaka
Sapa wonge ngucap syahadat lorone
Ing dalem kedhohir dunya tinemune
Tan ngistoaken jazem jero atine
Maka ya wongiku Islam hukumane
Ingdalem dhahire mungguh manusa
Lan kafir mungguh Allah kang mirsa
Lamon tan taubat maka paeti kekel siksa
Iku wong kafir munafiq pinariksa
Asale wong kafir tan ngucap syahadat
Ning dunya, tetapi pangestune ati kuat
Ing barang kang di datengaken hukum syariat
Dene Rasulullah nabi kita Muhammad
Maka ya wingiku mukmin indallah
Lan kafir indannas hokum wus winarah
Lamon asal anak putu wong Islam genah
Maka hokum Islam dhahire partingkah
Senadiyan tan ngucap syahadat lorone
Pon Islame anut ing wong tuane
Bapa tuwin biyang sependuwur anane
Kang ngucap syahadat loro nyatane
Ingkang iku lamon ngukumi ing wong liyan
Lamon awake dewe kang ingukuman
Maka tan kena ora arep kinaweruhan
Kelawan sabenere iman ning kebatinan
Kang manfa’at iman ing dalem ahirat
Anut ing ilmu hak waride syariat
Aja taqsir gegiyungan anut ing adat
Syahadat ibadah kafir munafiq katelat”.
Pernyataan K.H. Ahmad Rifai diatas, sesuai dengan fatwa salah seorang Guru beliau kala di Mesir yaitu Syaih Ibrahim al Bajuri dalam kitabnya Tuhfatul Murid halaman 27-28, antara lain bahwa klasifikasi Iman manusia terbagi menjadi empat :
1. Mukmin Indallah, yaitu Mukmin menurut pandangan Allah semata, yaitu orang yang mengimankan segala syariat Rasulullah, namun tidak mengucapkan dua kalimat syahadat. Secara lahir ia belum bias dikatakan Islam, sehingga tidak diterapkan atasnya hokum lahiriyah yang terlaku bagi orang Islam, sebagai contoh, bila kelak dia meninggal, maka tidak boleh di Shalati dan hartanya tidak bisa diwariskan. Sedangkan anak orang keturunan orang muslim, tetap dihukumi sebagai Muslim, meskipun tidak mengucapkan kalimat syahadat, dan berlaku padanya hukum duniawi.
2. Mukmin indannas, yaitu mukmin menurut pandangan manusia semata, ialah orang yang secara lahirnya mengucapkan kalimat syahadat, namun dalam hatinya mengingkari salah satu syariat Rasulullah, bila kelak dia meninggal tetap diperlakukan sebagai orang Muslim, sedangkan masalah Batiniyah adalah merupakan urusan Allah. Iman yang demikian tidak ada artinya sama sekali, dan diancam siksa neraka selama lamanya. ( al Baqarah. 8 )
3. Mukmin Indallah wa Indannas, yaitu Mukmin menurut pandangan Allah dan manusia, ialah seseorang yang membenarkan didalam hati atas semua Syariat Rasulullah, dengan mengikrarkan kalimat syahadat, berlaku padanya hukum duniawi dan Ukhrawi. Iman yang seperti ini yang di akui oleh Allah dan manusia, dan Allah telah menjanjikan Surga baginya, itulah Iman Maqbul.
4. Kafir Indallah wa Indannas, yaitu kafir menurut Allah dan manusia, adalah orang yang tidak mau membenarkan dalam hati atas segala hukum Syara’ lebih lebih mengucapkan kalimat syahadat, haram menshalati jenazahnya bila ia mati, Dan hanya nerakalah tempat yang layak baginya. Itulah yanh disebut dengan Iman Mardud ( tertolak ).



Allahuakbar…….
Kafir Juga orang yang tertipu kehidupannya dengan peradaban. Diperbudak peradaban….
Padahal manusia sebagai khalifah (karena iman) adalah pembentuk peradaban..
“inilkaafiruna illafiigurur”
Orang-orang kafir itu tidak lain hanyalah dalam (keadaan) tertipu. (Qs. Al-Mulk ayat 20)